Posting Berikutnya!

Semoga tetap sabar menunggu posting setelah ini... Oh yah, kalau sempat,,, boleh tengok2 fotoku di Tumblr.. barangkali kalian suka ^_^

Jangan lewatkan !!

Tuesday, May 11, 2010

Kenapa Jilbab, Sahabat?



6 Mei 2010 – jam sebelum dan sesudah makan siang
Namanya kuinisialkan Lili (atas permintaan empu nya nama, hehe) … Dia teman yang sempat begitu amat dekat di saat ospek kuliahku dulu. Dia menyapaku dan bertanya lewat obrolan Yahoo Messenger. Aku begitu kangen pada teman jilbaber yang cantik ini. Lili bertanya dengan tiba-tiba :

Lili :
Boleh tahu?  kenapa wiwied berkeinginan keras untuk pake?
(Kalo rahasia juga gapapa)

Aku :
Wiwied pengen konsisten
Di dalam sejarah wiwied , wied orang yang cepet lupa
Sering, wiwied harus kena batu yang amat sakit baru mw ngerti
Dan wid pengen pake , karena ga mw lupa lagi
Wied inget banget waktu ga ada yang perduli, wid dikasi damai cuma sama Allah
Dan wid paham, kemanapun wid pura-pura kuat, Allah paling tepat untuk pulang
Dan wid berhutang amanah, dan itu masih sedikit dibanding hal lain lagi

Lili :
Wah wide
Gw jadi malu sendiri, gw ga pernah kaya gitu
Bner kata wiwied kita diberi begitu banyak sama Tuhan
Gw jadi malu wid

Aku :
Lho lho ^_^
Alhamdulillah ada juga ya peranku dalam karakter seorang Mala ^_^

Waktu terbaca dialog ini di layar E-Buddy ku, aq langsung tambah kangen sama Lili . Dia itu senang merendah dengan halusnya, dan selalu pandai menghibur dengan tawa menghiburnya. Aku bener-bener kangen sama Lili .

Lili :
Iya wide
Sy jadi malu, sy yang berjilbab, malah lupa sama hal2 seperti itu
Btw boleh kasi pandangan berbeda ttg jilbab wid? Tapi bakalan ada hal2 yang kurang enak di denger si

Aku :
Silahkan
Aq butuh itu
Latihan tegar ^_^

Lili :
Waduh… tar malah bikin sedih, lagi sedih-sedih

Aku :
Gapapa
Sekalian aja,
Lili
Aq lagi berproses, remember?
^_^

Aku belum menceritakan secara detail kepada siapapun tentang proses yang kujalani selama beberapa bulan ini. Yang akhirnya aku juga jadi menutup sementara akun facebook ku. Tapi tidak berarti aku sedang sedih hanya sedih, tapi ini adalah kalian sebut “saat-saat melankolis”. ^-^v

Lili :
Oke wid
Kalau mulai gak enak didenger atau terlalu bertele2 diskip aja
Mungkin sebagian besar orang sudah tahu, bahwa jilbab bertujuan untuk menutup aurat
Di dalam kitab suci juga disebutkan
Namun terdapat banyak pandangan di antara orang Islam mengenai jilbab
Ada yang menganggap bahwa itu adalah kebudayaan orang arab, karena untuk menjaga keamanan wanita dari perbuatan asusila
Menurut orang yang berpandangan seperti ini, jilbab tidak wajib tapi yang baik adalah berpakaian dengan sopan tidak terbuka apalagi memancing perbuatan asusila
Ada lagi yang menganggap bahwa jilbab itu wajib karena dicantumkan di dalam Al-Qur’an, perintah kepada istri Nabi SAW
Nah semuanya itu berpulang ke pribadi masing2, mana yang diyakini dan sesuai dengan hati nurani

Ingat kah betapa aku selalu merindukan sahabat yang mengingatkan sebelum kita memijakkan langkah berikutnya? Di sini, Lili menunjukkan betapa ia sedang mengingatkan ku pada asal mula sebuah niat.

Lili :

Kalau saya boleh kasih saran wid, berpikir matang2 dan mendalam mengenai keinginan wiwid untuk memakai jilbab
Karena (saya gak bermaksud meremehkan wiwied) saya kadang sedih melihat teman-teman yang sudah berjilbab kemudian dibuka lagi
Karena di tengah jalan merasa belum mantep
Kalo menurut saya, ga ada salahnya kok kalau belum berjilbab, selama seseorang terus berproses memperbaiki dirinya
Memperbaiki hati, pikiran, dan perilaku
Selama belum memakai jilbab, seseorang kan bisa menjaga dengan berpakaian dengan sopan, berbicara dengan tutur kata yag baik, berperilaku baik, berbuat tulus

Aku masih terdiam ketika Lili menuliskan ini semua. Bukan karena tak memiliki komentar ataupun alasan. Tapi karena aku bersyukur. Aku senang dengan perhatiannya yang tulus dan perduli. Aku tidak pula naïf, karena semua itu adalah bahasa halus dari, sekali lagi, Mengingatkan…

Lili :
Karena boleh jadi yang belum berjilbab justru lebih tulus perbuatannya, ikhlas, baik tutur katanya
Gitu wid
Saya sendiri kadang malu, sama teman2 lain yang gak berjilbab tapi lebih baik perbuatannya
Intinya si, pertimbangkan mateng2 wied, karena nanti akan ada godaannya. Mungkin hal2 kecil kaya baju2 yang bagus, tatanan rambut yang bagus, atau hal2 besar seperti pekerjaan
Maap kalo kepanjangan dan ngelantur kemana-mana ^_^

Lihatlah Lili merendah lagi. ^-^v, pasti dengan senyum khasnya kalau aq boleh menebak. ^_^v… Lili , Lili … Aq beruntung kali ini. Semua ini akan jadi rasa syukur yang panjang, karena kamu menunjukkan bahwa kamu perduli dan mendukung niat dan langkahku. Semua ini, ga akan sanggup aku lupakan sebagai ilmu dan persahabatan.

Aku :
Lili.........  ^__^ alhamdulillah
Beruntung aq kenal kamu
Kmu bener2 tulus ya care sama aku
^____^
Lili :
Waduh ngga ko wied
Yang tadi sotoy
Maap kalo ada yang menyinggung hati
Saya gak bermaksud meremehkan wid
Cuma kalo lebih mantep, akan jauh lebih baik

 

Aku :
Lili, aq banyak cari cara dan seribusatu alasan untuk tidak pakai ^-^ percaya deh
Tapi akhirnya aku kalah , dan tahu bahwa kalimat langit jauh lebih bijaksana daripada diriku sendiri
Yang paling tahu bagaimana cara menjaga kodratku adalah DIA, bahkan aq sendiri gak tau cara mengurus diriku sendiri

Lili :
Great wide…
Iya Dia yang lebih mengetahui kita
Apa yang terbaik buat kita
Pada akhirnya kita akan berpulang ke kodrat kita ya,,, apalagi perempuan
Perempuan itu tidak sekuat laki-laki dan berhak untuk dilindungi
Pakaian yang baik merupakan salah satu sarananya…
Yang menjaga diri kita tidak Cuma dari panas dan dingin tapi juga dari mata2 orang yang berniat jahat
Kalau wiwid sudah sampai mencari alasan untuk tidak memakai jilbab, saya kira itu sudah baik
»»  read more

Monday, May 10, 2010

Setelah Ini, Aku Inginkan Sahabat



Pada zaman dahulu kala, aku adalah seseorang yang enggan bahkan menjauhi persahabatan denganku. Aku tak pernah terpikir itu akan menjadi sejarah yang terukir di dalam buku catatan hidupku. Pernah kalian merasa, lebih senang menjadi Penonton daripada menjadi Bahan Tontonan? Dahulu itu, demikian lah adanya aku. Aku sangat gemar menjadi penonton dan pendengar akan cerita mereka, yang bercerita dan bertutur kesah kepadaku. Namun, ketika mereka menjadi begitu teramat mendekat, dan itu berarti aku harus menunjukkan panggung pentasku, semua menjadi sangat tidak menarik lagi. Dan akhirnya, aku membuat mereka lupa bahwa aku “bisa” ditonton dan didengar. Aku membuai mereka kembali dengan dunia mereka, karena hanya dunia mereka yang ingin aku lihat dan aku dengar.

Tapi itu pada zaman dahulu kala, teman. Itu pada zaman dahulu kala, sahabat. Aku pernah terpuruk karenanya. Dan aku pernah merenung karenanya. Dan aku mengabadikannya dalam balutan kata dengan arwah kejatuhan, dengan roh penuh kesepian, dan dengan nafas penuh pengharapan yang baru.

::::: ::::: ::::: ::::: ::::: ::::: ::::: ::::: ::::: ::::: ::::: :::::
Catatan Bulan Desember Tahun Dua Ribu Lima

Sudah begitu banyak cacat kupunya… Aq pengen memperbaiki semua.. ada begitu banyak kejadian, entah itu keberuntungan, kebaikan, ataupun hal buruk. Ada begitu banyak pelajaran dan misteri di balik semua, namun saking lemotnya, aq seringkali terlambat untuk belajar. Setengah tahun kemarin, benar-benar luar biasa…

Ya… Ada begitu banyak petulangan ku dapatkandi hari-hari kemarin. Teman seperjuangan, teman tapi mesra, teman virtual yang understanding, teman tempat aq ber-parasit… Mereka ajarkan banyak hal, banyak warna, banyak mata… banyak jenis senyuman, banyak arti gurat wajah, banyak air mata…… Banyak sekali kasih, yang tak sempat kusyukuri…

Aq memang identik dengan orang tak masuk akal, orang aneh… Selalu ada kelakuanku yang tidak rasional, selalu mencari cara untuk menyangkal mereka, selalu berpikir di luar sewajarnya…

Aq seseorang yang mengagumi isi dunia seolah banyak bentuk baru yang menarik disana. Namun aq selalu berharap dunia tidak memperdulikan keberadaan ku. Mengabaikan hadirku yang keasyikan bermimpi. Lalu dengan sengajanya, aq abaikan remehkan acuhkan kasih tulus dan keperdulian orang lain akan diriku… Aq pengen aq Cuma milikku seorang saja, ga ada orang lain yang boleh ber-empati padaku… Apalagi mengusik hati terdalam yang aq punya…

Lalu pada suatu hari,,, aq dapati dunia tak secerah dulu… Mimpiku tak senyata dulu… Loncatanku tak setinggi dulu… Dunia ku tak se-gemerlap dulu… dan saat aq terpuruk menyadari, tak aq temukan seseorang siapapun di sana. Semua pergi menjauh… karena yakin aq tak butuh pertolongan apalagi dikasihani. Yang tersisa hanya, aq mengasihani diriku sendiri…

Dalam ketersesatan itu, kucoba cari sobekan-sobekan lama. Yang kutemukan adalah gambaran-gambaran yang pernah kubuat… Saat ada yang mencemaskan, ku jawab dengan UCAPAN REMEH… Saat ada yang mengajak, ku tolak dengan ALASAN RUMIT berbelit… saat ada yang meminta hati ku sepenuhnya, aku beri dengan SEPARUH HATI terluar… Yang bahkan sampai sekarang pun, aq masih bertanya2 apa alasan semua PENOLAKAN itu?... Karena aq terlalu asyik dengan duniaku? Aq takut mereka mengenal aslinya diriku? Aq terlalu pengecut untuk sakit hati?

Pantaslah kalian semua pergi … Dulu aq terlalu banyak menepis dan membunuh keperdulian kalian, ketulusan kalian… Dulu, aq selalu ingin bisa menghilang dari penglihatan kalian agar bisa kulihat dunia kalian sepuasnya… Tapi entah sejak kapan aq ingin KALIAN MENEMUKAN AQ…

Katakan sejujurnya… apa auraku begitu jahat sehingga kalian malas ber-kasihan untuk mendekat? Apa auraku begitu gemerlap hingga kalian yakini aq baik-baik saja? Atau malah… auraku kian lenyap hingga jangankan melihat, MERASAKAN AQ pun TIDAK ?

Sekarang… sebagian dunia menutup isinya dari pandanganku… Namun aq tak akan menyerah. Kalau aq harus mulai dengan merangkak dan meraba seperti bayi buta, aq akan jalani ini… Aq berterimakasih pada kalian yang pergi begitu saja tanpa duka. Karena itu memang pantas.

Ini bukan tentang putus asa, justru INI SEMUA tentang HARAPAN. Karena mata ini, tak pernah melihat se-bersih ini… Lengkap dengan kepasrahan yang mengukuhkan keyakinan… Ada sedikit hal yang ingin aq lakukan esok hari… dan dari sedikit itu, aq berharap ada banyak hal lainnya bermunculan. Yang ku punya Cuma segenap kekuatan untuk meniatkan hati sepenuhnya…

(dunia terlalu indah untuk disangkali)
::::: ::::: ::::: ::::: ::::: ::::: ::::: ::::: ::::: ::::: ::::: :::::

^____^v, teman, sahabat, mulai bermunculan setelahnya… Namun kekecewaan, pengkhianatan, ketidakjujuran, juga menjadi atribut lain yang bermunculan berulang-ulang setelahnya… Tapi, atribut itu bukan sesuatu untuk dimusuhi… Atribut pahit itu bukan untuk dikutuk dari hati… Atribut itu, adalah hiasan yang paling mahal harganya, paling dalam ukirannya, dan paling lugas tempa-annya…
Bersyukurlah bagi kalian yang memiliki sahabat, maafkanlah sahabat-sahabat kalian, sesungguhnya itu adalah yang menjadikan kalian sebagai sosok hari ini, sosok yang hangat, menerima, dan memaafkan.

»»  read more

Friday, May 7, 2010

Surat untuk Mas Farid


Kusimpan Surat untuk Sahabat

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Assalamualaikum .. ^___^ Farid….

Rid, mungkin aku harus cerita semua dulu tentang apa yang terjadi belakangan terutama dalam sebulan lebih ini….

Aku baru ditinggal sama pacar yang udah dua tahun pacaran sama aku dulu. Tepatnya, dia mutusin aku tanpa aku diberi kesempatan sama sekali untuk memperbaiki kesalahan2ku selama bareng dia, yang mungkin jadi nyakitin dia tanpa dia berkata apa-apa selama kami bareng…

Dan sekarang, aku menjalani proses penyesalan dan perenungan panjang, aku berniat minta diberi kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki kesalahanku yang dulu dengan bareng lagi sama dia dan membuktikan aku berubah…

Tapi, naas,,, aku tidak memperoleh kesempatan itu… Aku mencoba ikhlas dengan segala konsekuensi asal aku di beri 1 kesempatan itu, tapi dia bersikeras aku pasti takkan bisa berubah… sejak itu aku nyerah, mungkin feeling dia soal aku udah ilang samasekali… T_T!!

So, beranjak dari itu, aku bertekad maju menjawab penasaranku daripada hidup tidak tenang banget. Aku tanya padanya sebenernya apa yang kurang dari upaya aku, aku udah berikhtiar dan belajar setiap detiknya untuk merenungi kesalahanku. Tapi dia mengancam akan ganti no HAPE dan memblokir segala akses yang bisa masuk dari aku. Aku bilang sekali itu, dia JAHAT luar biasa,,, lalu dia balas “kamu yang membuat aku jadi jahat, siapa yang jahat duluan kamu lupa?”

Well, saat itu juga, pertahananku muncul. Dan ini yang jadi pertanyaan aku ke kamu, Farid. Jika dia yang menurutku menerima imbas jahatku dan membalas balik dengan jahat padaku, padahal dia paling tahu aku berikhtiar dengan segala itikad baikku memperbaiki keadaan dan memori pahit dia tentang aku, aku belum rela… Aku gak rela liat dia kayak gitu, memilih melempar bola jahat itu keluar lingkaran kami, padahal aku ingin menangkap bola jahat itu dan meredamnya menjadi ingatan yang baik untuk ke depannya berdua. Farid tahu kan, ada kebahagiaan semu sesaat dan ada kebahagiaan sejatinya. Disini maksudku baik, menawarkan kebahagiaan sejati dengan menerima ingatan buruk yang sudah lalu itu dan menutupnya bersama dengan ingatan baik ke depannya,,, tanpa harus ada yang lari dan mengambil jalan pintas yaitu berpaling.

Sekarang, aku begitu keras berusaha menerima dia memang sudah menyerah, hanya sebatas itulah dia mencari kebahagiaan dia. Dan oke, aku baru mulai mencoba menerima itu sejak hari ini,,,

Tapi Farid, lepas dari soal dia, aku ingin tahu… bagaimana kita bisa ikhlas menerima kenyataan bahwa kita gagal menyelamatkan dan mengangkat orang yang kita sayang… Padahal kita tahu, ia sedang menjerumuskan dirimya… Padahal kita tahu, ada surga yang bisa kita kejar jika kita bisa belajar dari sakit kemarin dan mulai lagi berjalan bukan dari nol…. Aku putus asa menerima kenyataan yang satu itu,,, bukan karena dia, tapi karena batinku masih memiliki idealisme seperti ini. Aku harus tahu bagaimana caranya menghadapi konflik yang satu ini, karena aku yakin pasti suatu hari nanti keadaan dimana aku gagal menjaga pasti akan bisa berulang. Kata orang tua, hidup itu perulangan dan kadang kita harus menyerah dengan itu… Aku ingin mulai dari hari ini tahu apa yang harus aku fikirkan dan terima?? Farid, aku minta penerjemaahan kamu tentang masalah ini, aku bisa mikir sendiri, tapi aku pasti punya kelemahan yang bisa kamu lihat pastinya. Dan aku pengen tahu itu… Tolong yah, Bantu fikiranku mengartikan ini semua.

Wassalamualaikum… ^_^
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Surat ini kubuat sudah sangat lama lalu rasanya… Senyum lebar mengembang tatkala membaca ulang surat permintaan saran sahabat ini. Mungkin dari sekian banyak lembaran cerita tertulis, cuma ini yang saat itu paling jujur. Aku bisa menangkap tentang aku yang waktu itu :

1.    Aku begitu putus asa dengan segala upaya yang sepertinya tidak berhasil, dan aku seperti ingin terus menabrak batu berulang-ulang sampai sakit yang mebuat aku berhenti berusaha

2.    Aku mengakui kesalahan bahwa semua yang terjadi sebelum kejadian itu adalah ‘SEMUA HARUS TENTANG AKU’… padahal ada manusia lain disisiku yang menunggu untuk punya kesempatan sungguh-sungguh percaya diri di dekatku.


3.    Penyesalan lalu berbuah perenungan. Adalah hal yang paling bodoh yang jangan pernah kalian tiru dari aku. Aku tersenyum betapa dulu aku memang seperti itu *mungkin sekarang pun harus rajin diingatkan. Dan memang, sekali ada waktu ku merenung, perenungan itu begitu dalam dan seperti benar-benar melakukan dosa yang sangat besar sekali. Ini bagian terindah buat hidupku. Merenung,,, menjadikan aku lebih mengenal siapa aku.

4.    Ikhlas dengan ‘feeling’ dia yang telah hilang, adalah saat indah berikutnya. Di sini aku butuh proses panjang untuk bisa mengatakan ikhlas. Apalagi untuk beberapa orang yang tahu karakterku, pasti berat memang untuk aku katakan ikhlas. Tapi, begitu ikhlas dan penuh makna kembali ke jalan pulang yaitu ke-Ilahi-an. Itu saat paling tak terlupakan.


5.    Jiwa heroikme yang aku punya selalu jadi bahan sinisme ibunda ku yang melahirkanku 25 tahun lalu. Beliau bilang, “kamu jangan selalu sok ingin jadi pahlawan, gak semua keadaan itu harus benar dan kamu perbaiki.” Saat itu aku cuma melongo dan entah kenapa aku berpendapat ada sesuatu yang salah dengan ucapan itu. Sekarang, aku baru mengerti, belasan tahun kemudian baru mengerti. Inilah kali aku mengerti. Perihal manusia dengan manusia lain, kadang bukan seperti memperbaiki sepeda ringsek sekalipun.

6.    Kebahagiaan sejati? Saat aku menulis surat ini, pasti aku sangat lah “muda”. Karena dengan naifnya berpikir bahwa kebahagiaan orang lain bisa aku berikan begitu saja dari usahaku. Padahal, tanpaku sekalipun, orang yang pernah kita bahagiakan, tetaplah bisa bahagia lagi tanpa kita. Ya kan? Kebahagiaan itu milik semua orang, bahkan jika orang itu memilih memusuhi kita yang bisa berbahagia.


Dengan pemahaman dan proses yang terjadi di setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, di waktu-waktu berikutnya, aku cuma mengerti satu : bahwa si-dia sedang sangat berbahagia di tempat yang ‘jauh’ sana. Bukan karena dia melepaskanku, bukan karena dia menemukan penggantiku, tapi semua karena dia memiliki dan akan selalu memiliki malaikat pelindungnya sendiri. Yang bisa menjaga cahaya hidup yang dia punya, yang menguatkan pijakan langkahnya, dan yang memastikan bahwa ia bisa juga menjadi manusia bahagia.
»»  read more

Thursday, May 6, 2010

Malaikat Ibarat Bulan

Malam itu, aku sedang membaca novel kegemaranku seperti malam-malam sebelumnya. Dan, itu pun di sambil kirim-kirim SMS dengan sahabat ajaib.

18.47 : Sahabat
Wah zi seneng bisa bikin seneng orang

18.48 : Aku
Bagus tuh. Yg penting zi tulus bikin seneng yang disini. ^-^v betul?

18.53 : Sahabat
Oh maksudnya tanpa mengharapkan apapun dari wid? Iya zi tulus klo itu yang wid inginkan

18.56 : Aku
Hoho. Koq rada aneh nadanya ya. Radarku berkata ada unsur keterpaksaan menyetujui maklumatku tentang tulus. ^-^v xixi. Ada apa zi? Cerita dunk?

19.21 : Sahabat
Wid, tulus itu gak bisa dibuktikan dengan perkataan, lidah bisa berbohong, tapi perbuatan yang mampu membuktikannya. Di dunia ini, zi yakin gak ada satu pun tanpa tujuan…

19.22  Aku
Oh. Gitu yah. Hm

19.33 : Sahabat
Kalo kamu tulus wid?

19.36 : Aku
Kalo aq zi? Aq tulus banget! Tapi aku payah urusan nebak orang lain. Buktinya aq kehilangan banyak hal karena itu juga. ^-^v hehe

19.44 : Sahabat
Zi yakin wid tulus banget. Kamu terlalu gampang percayaan wid orangnya, menurut zi

19.46 : Aku
He eh. Kamu betul zi. Aq gampang percayaan. Jadi gampang kehilangan. Gampang juga mengikhlaskan. Hmm…

20.08 : Sahabat
Kmu klo begitu terus wid, berada dalam posisi yang lemah dan mudah dipermainkan. Kmu harus hati-hati dan curigaan terhadap orang baru. Orang tidak dikenal yang terlalu ramah adalah orang yang paling jahat, dan don’t judge the book by the cover.

20.11 : Aku
Hffh.. Benar juga.
Tapi zi, aq percaya, aq punya malaikat ku sendiri. Sama halnya seperti kmu juga punya. Dan malaikatku adalah penjagaku. Aq senang dengan itu. Dan diriku sendiri.

::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: :::
::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: :::

^__^v dialog yang penuh khayal yah? Itulah kehebatan kata, bisa menyihir sekalipun tak pernah bisa ada bicara dari wajah ke wajah, tapi sahabat tetap mampu bicara dari hati ke hati. Aku selalu membayangkan, seperti apa dunia yang ada difikiranku, jika didatangi oleh fikiran dari dunia yang lain. Entah dunia itu sama sekali berbeda, atau bahkan dunia itu sama-sama penuh khayal. Aq berharap, mereka tidak langsung menghina khayalanku apalagi memporakporandakan duniaku.

Di dunia yang aku punya, memang aku memiliki malaikat ku sendiri. Dia mirip seperti lumba-lumbaku tapi bukan peliharaan. Dia mirip mawarku tetapi bukan tanaman hias. Dia mirip merpatiku, tapi bukan kurir. Malaikat itu bagian dari nurani, bagian dari bahasa paling bersih dan jujur. Dan malaikatku tak menjauh dari ku apapun kesalahan terburuk yang aku perbuat.

Jika segala tingkah laku, segala ujian, dan segala keputusanku di ibaratkan peran di panggung kehidupanku yaitu Bumi. Maka malaikatku akan selalu mengitari dan melindungi ku, ibarat bulan yang tak bosan memutari bumi tanpa mengeluh. 

::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: 

     Letupan hati Kugy mendadak seperti dibanjur air dingin. Padam. Air mukanya seketika berubah, meski ia berusaha tampil tenang.
     " Buat orang yang nggak tahu kamu, cerpen kamu itu mungkin bagus. Tapi saya merasa dongeng-dongeng kamu jauh lebih otentik, lebih orisinal, dan lebih mencerminkan kamu yang sebenarnya. Dalam cerpen itu, saya tidak menemukan diri kamu. Yang saya temukan adalah penulis yang pintar merangkai kata-kata, tapi nggak ada nyawa," sambung Keenan lagi.

*** *** *** *** ***
      Kugy terduduk tegak. Membuka majalah yang memuat cerpennya, dan mulai membaca dari awal hingga akhir. Lalu ia menyalakan komputer, membuka salah satu file dongengnya, dan juga membacanya dengan saksama. Kugy mulai menyadari sesuatu. Dalam dongengnya, ia seolah berlari bebas, sesuka hati. Dalam cerpen itu, ia seperti berjalan meniti tali, berhati-hati dan penuh kendali. Dan ada satu perbedaan yang kini menjadi sangat jelas baginya : dalam dongengnya ia bercerita untuk dirinya sendiri, sementara dalam cerpennya ia bercerita untuk memuaskan orang lain.

::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: ::: :::
Dee / Perahu Kertas / Bab Hunusan Pedang Es 
»»  read more

Tuesday, May 4, 2010

Nge-Blog karena Cinta

Aku gak akan lupa obrolan semalam dengan seorang mantan sahabat maya.
^-^v, mohon ampun dulu buat yang lagi kita obrolin kali ini, xixi…
Sebutlah nama nona cantik ini dengan identitas yahoo messenger-nya : C3rm1n.
Obrolan itu bermula dari tradisi wajibku nge-yahoo messenger ampe ampir 24 jam. Dan malem itu aku lagi seperti biasa promoin blog ke sobat ini. Dan dia “lagi-lagi” memuji blog yang ini nih dengan kata-kata yang isinya pujian ber-kuintal-kuintal beratnya.

C3rmin    : Yup, padahal aku belum lihat yang video nyanyianmu
          Gimana kalo udah liat
          Multi talent ya ternyata …
          Di balik tubuh mungil itu…
          Tersimpan daya dan kreatifitas yang dahsyat
          B-)
 
Me         : Haha
          Kamu mau buat aku jatuh cinta ama kamu ya
          Xixi
          Rayuanmu memabukkanku!
          ^_^ wkwkwkwk
 
C3rm1n    : Waduh serem amat yak
          Gak nyangka susukku ngaruh juga ke ce
          Ntar aku bilang deh ma dukunnya
          Minta ganti ama yang khusus mikat co aja
          =p
 
Me        : Haha
          Dasar orang aneh
          Akibat temenan ma orang aneh juga
          =D

Hihihi, aq tertawa sendiri di depan layar e-buddy malem tadi itu… Ternyata segitu besarnya yah efek dari memiliki sahabat yang mengagumi jiwa blogging kita… Huhu, terharu dan semakin semangat rasanya… Ini akan selalu aq ingat sebagai mesin pompa semangat ngeblog ku kali ini....

Malam itu, aku sebenernya juga lagi membaca Dee : Perahu Kertas. Dan aku ingat paragraph indahnya tentang persahabatan. Kata-kata dan ketulusan yang terpancar dari dialog Eko dan sahabat gadisnya yang dianggap(nya) aneh, Kugy.


**********************************
     “Gua kangen Keenan,” kata Eko tiba-tiba. “Dia ke mana, ya?”
     “Hati Kugy seperti kena setrum di gardu listrik begitu mendengar nama itu disebut. Sebisa mungkin, ia berusaha tampak tenang dan tak terpengaruh. “Lu kan sepupunya, nggak bisa tanya keluarganya yang di Jakarta?”
     “Keluarganya aja nggak tahu dia dimana.”
    “Oh,” gumam Kugy pendek. Meski air mukanya tak berubah, tapi timbul gelombang besar dalam hatinya.
     “Itu anak kayak hilang diculik UFO. Nggak ada bekas! Gila, ya. Kok bisa gitu sih? Gua nggak ngerti…” Tahu-tahu Eko mendongak menatap Kugy, “Lu berdua tuh emang orang aneh! Yang satu udah minggat, yang satu niat kabur! Kenapa sih lu pada?”
     Kugy tak kuat menahan senyum melihat sewotnya Eko. “Marah-marah kayak gitu pertanda sayang, tauk.”
     “Sayang-sayang… Nyebelin lu, Gy,” sahut Eko sambil manyun. “Tapi gua masih berminat kok jadi temen lu lamaan dikit. Mungkin karena sayang, atau mungkin karena pada dasarnya gua hobi mengoleksi spesies langka dan jelek kayak lu.”
     Kugy tertawa. “I Love You, Too.”
     “Diem!”
**********************************
Dee, Perahu Kertas
»»  read more

Ingat - Ingat Mantan


Pernah kamu teringat dengan mantan lalu terlibat kejadian “menyebalkan” atau malah “mengharukan” dimana kita jadi teringat akan semuanya?
 
Semua yang pernah dilakukan dia di depan mata kita…
Semua yang pernah dia ucapkan dengan spontan di pendengaran kita…
Semua yang pernah dia candakan dengan pandangan kekonyolan dari kita…
Semua yang pernah dia nyanyikan dan senandungkan yang mengundang kekaguman kita…
Semua… semua yang dia lakukan, ucapkan, candakan, senandungkan tentang harapan dan keinginan apalagi mimpi-mimpi monyet kita berdua……

Hm,,, aku tak bermaksud dengan sengaja mengingatnya, berbeda dengan sosok Kugy disini, gadis “kecil” yang mengingat kenangan bersama Keenan, pemuda pujaan :


Terlintas jelas di kepalanya sore hari di Galeri Warsita, saat Keenan dan ia sama-sama memandangi Wanda dari kejauhan, dan terdengar jelas di kupingnya waktu itu, apa yang diucapkan Keenan…. Kugy menggeleng, barangkali waktu itu ia salah menangkap, atau ia salah berharap… melintas jelas di kepalanya siang hari di bawah pohon beringin dekat ladang cabe, saat Keenan berkata bahwa ia kehilangan dirinya, Kugy takkan lupa cara Keenan menatapnya… Kugy pun menggeleng, barangkali waktu itu ia salah melihat, atau lagi-lagi salah berharap. Dan terlintaslah petang di pintu gerbang, saat ia mendapatkan dirinya dipeluk, degup jantung yang terasa berdenyut bersama… Kugy pun menggeleng, barangkali waktu itu ia salah. Selama ini ia salah.
(Dee, Perahu Kertas, Bab Salah Berharap)
Tahu batinku berkata apa setelah membaca itu? Empati… seolah untaian cerita itu menggambarkan sebenar-benarnya yang aku pernah lakukan selama ini…
Menggeleng… Menggeleng…. Dan menggeleng lagi…
Pernahkah kamu ingat si dia yang pernah hadir indah di depanmu? Dan apa yang kalian perbuat? Seperti aku kah? Menggeleng sambil berpikir : pasti aku salah melihat waktu itu (tentang tingkah laku kekanakan dia yang memuja kita), pasti aku salah menduga kala itu (tentang sorot mata yang dulu seolah sanggup luluhlantakkan dunia pribadi kita), pasti aku salah mengartikan waktu itu (tentang kata-kata yang terucap seolah hanya kita yang mampu didengarnya juga)… dan lain lain… ^-^v

Aku tak bermaksud mengingat, tapi kadang jika kau membaca tulisan dan karakternya melakukan hal yang sama seperti aku selalu lakukan tanpa sadar itu apa sebelumnya, ini lah yang terjadi, pertemuan dengan kejadian “sederhana” itu…
»»  read more

Wednesday, April 28, 2010

DURIAN perekat keluarga?

Agaknya.... memang durian paling bisa bikin keluarga ku akur-akur banget... Pada suka Durian???

Apa karena lagi puasa, aku jadi keinget durian?? ck ck,,, aromanyaaaaa..... astaga, nikmatnya makan durian di kantor,,, *bau bakal bikin pingsan bos2 china kayaknya*....Apalagi es krim durian yang di depan outlet Heritage, Bandung itu... tambah mantaph bareng ketan itemnya... ck ck... Godaan,, godaan,,


»»  read more
My Room (42) Curhat (21) Ribet (21) Bacaanku (20) Teman2ku (20) Quote (16) Love (14) MyProsa (14) Jalan-jalan (11) Arsitektur (9) Islamic (9) Bioskop (8) Memotret (5) Bernyanyi (3) Design (3) Year Ended (3) Akubaru (2) Movie (2) UlangTahun (1)
My photo
Di blogger world ini, aku cuma ingin merekam karya, merekam persahabatan, dan merekam proses kehidupanku. Semoga semua bersedia berbagi bersamaku dan blogku. ^_^