Posting Berikutnya!

Semoga tetap sabar menunggu posting setelah ini... Oh yah, kalau sempat,,, boleh tengok2 fotoku di Tumblr.. barangkali kalian suka ^_^

Jangan lewatkan !!

Thursday, March 24, 2011

Apakah Kita Benar Melihat


 
Sahabat, kali ini fikiranku kian melambung menjelajah dimensi waktu di sini. Kepingan cerita tentang bacaanku, cerita tentang aku, dan cerita tentang tokoh nyata lainnya, kian berhamburan di kepalaku ketika aku memandang layar catatan yang masih kosong ini. Berharap bisa menuliskan pengenalanku, tentang sebuah makna penglihatan bagi seorang yang berbeda dariku. Mengapa ia berbeda, karena ia tidak melihat dunia seperti aku, dia tidak memiliki penglihatan mata atau buta.

Kusebut satu buku ditulis oleh Tere-Liye, berjudul Semoga Bunda Disayang Allah.
Gadis kecil itu berusia enam tahun
Dengan rambut kriting ia pun berlari dengan pipi merah
Menggemaskan melihat langkahnya yang mengayun
Tapi tak ada yang mengira, ia buta, ia tuli, dan karenanya ia pun bisu
Anak kecil dalam cerita itu bernama Melati. Sepanjang hari di rumah, dengan pengawasan ibunya, ia hanya punya dua kata yang keluar dari mulutnya, yaitu “baa…” dan “maa..”.

Kita tentu ingat tentang satu masa kanak-kanak kita, ketika kita bisa meniru anak lain untuk menangis jika permintaan konyol kita tak dituruti orang dewasa itu.
Bagaimanalah Melati hendak menangis ketika ia tak dituruti
Sedang matanya takkan pernah bisa melihat wajah kanak-kanak semumurnya
Yang asik mengeluarkan airmatanya demi memperoleh keinginannya

Kita tentu ingat tentang satu masa itu, ketika kita berbuat baik dan bersikap manis seperti yang diajarkan orang dewasa, demi sebuah hadiah dan bingkisan sayang yang didapat setelahnya.
Bagaimana pula Melati hendak bersikap baik dan menyenangkan
Sedang telinganya tidak pernah bisa mendengar pujian
Sementara teman seusianya, asik mendengar lagu dan tawa memuji sikap baik mereka

Kita tentu ingat tentang masa kecil itu juga, ketika kita begitu ketakutan mendengar suara kaca atau piring yang pecah berbentur lantai. Kita begitu terkejut karena sensasi takut bahkan merasa trauma untuk bisa seceroboh itu di waktu setelahnya.
Tetapi tidak demikian dengan Melati yang tak melihat dan tak mendengar
Bagaimana pula ia hendak merasa sensasi takut karena suara memekakkan telinga
Ia lempar dan pecahkan banyak kaca dan piring, menyangka benda itu tak bereaksi sama sekali padanya

Kita selama ini patutnya bersyukur, Tuhan rupanya telah memberi kita bentuk kemudahan dalam mengakses ragam komunikasi itu. Kita tidak pernah segan untuk menarik perhatian dari orang tua kita dengan macam perbuatan baik. Kita bahkan sibuk membuat orang tua kita mengerti kemauan kita dengan merajuk. Dan mungkin kita terkurung dalam ketakutan berlebihan tentang tragedi yang pernah kita lihat dan kita dengar tanpa berani melawannya.
Apakah jalur akses komunikasi yang bisa Melati andalkan ?
Bagaimana ia hendak mengenal dunia yang ia huni ?
Bagaimana pula Melati hendak belajar mengenal Tuhan yang menciptakannya demikian ?
Dan apakah mungkin bagi seorang Melati untuk bisa paham apa itu bersyukur dan berdoa ?

Tere-Liye seperti sungguh-sungguh terlahir dan ada pada sosok ceritanya di buku ini, yaitu seseorang bernama Karang. Sungguh pemuda itu ingin menjadikan Melati sebagai kanak-kanak yang  meskipun ia terlahir dengan keterbatasan, namun masih bisa hidup normal dengan keluarga yang menyayanginya di rumah Bunda. Dalam kesungguhannya mengajarkan Melati, ia selalu bertanya banyak hal pada dirinya sendiri.
Bagaimanakah Melati akan memiliki akses untuk belajar berdoa pada-Mu ?
Engkau Maha Adil, dan aku yakin Melati adalah satu tanda keadilan-Mu itu
Lihatlah Tuhan, Melati seperti terputus dari dunia tempat-Mu menidurkannya
Melati tak melihat selain gelap, tak mendengar selain sunyi
Sungguh aku ingin tahu, pasti ada keadilan-Mu pada Melati…

Sahabat… Sekali lagi aku ditakjubkan pada keindahan sensasi mengenali Dia melalui kekaguman pada makhluk-Nya. Melati sebagai contoh sosok bahwa ia mampu mengajari kita mengenali diri kita dari mengenalinya dan keterbatasannya.

Tidak ada ciptaan-Nya yang cacat atau gagal
Keterbatasan itu adalah kehendak-Nya,  tapi bukan produk gagal dari-Nya. Dia sungguh menghendaki keterbatasan itu ada pada makhluk ciptaan-Nya, sebagai penyempurnaan batin dan kebahagiaan baginya. Bukankah hakekatnya, kita semua di muka bumi ini sebenarnya terlahir dengan banyak keterbatasan ? Ketangguhan mereka yang lebih berketerbatasan itu tentunya berkali lipat dari mereka yang bermalas-malasan dengan kemampuannya. Dan bukankah setiap insan dengan bekal (keterbatasan) mereka, memiliki kesempatan bertemu kemudahan melalui sosok seseorang yang dikehendaki Dia untuk bertemu dengannya.
Gelap dan sunyi di sini…
Tapi ini adalah anugerah buatku…
Mungkin memang hanya buatku, gelap dan sunyi adalah anugerah
Sementara mereka yang melihat dan mendengar, Gelap dan sunyi hanyalah bahaya yang menakutkan…

Akses Tuhan mencintai makhluk-Nya, adalah tak terbatas apapun
Jangan kita memandang kasihan dan terluka oleh keterbatasan mereka di depan kita.
Namun lebih baik waspada, jangan pernah terlena dengan kemampuan kita. Karena kita bukan lebih beruntung dari mereka. Kita patutnya lebih waspada dari bermalas-malasan daripada mereka yang berjuang belajar dengan keterbatasan mereka.

-----------------------------------
Quote From Hellen Keller

“As selfishness and complaint pervert the mind, so love with its joy clears and sharpens the vision. “

“Character cannot be developed in ease and quiet. Only through experience of trial and suffering can the soul be strengthened, ambition inspired, and success achieved.”

“I can see, and that is why I can be happy, in what you call the dark, but which to me is golden. I can see a God-made world, not a manmade world.”

“Life is a succession of lessons which must be lived to be understood.”

“Many persons have a wrong idea of what constitutes true happiness. It is not attained through self-gratification but through fidelity to a worthy purpose.”

“People do not like to think. If one thinks, one must reach conclusions. Conclusions are not always pleasant.”

“What a blind person needs is not a teacher but another self.”

“What I am looking for is not out there, it is in me.”

“What we have once enjoyed we can never lose. All that we love deeply becomes a part of us.”









31 comments:

Noor's blog (inside of me ) said...

Wah, kayaknya bagus tuh bukunya. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil....

Henny said...

huwaaaa..sampai sekarang aku masih belum punya bukunya tere-liye..lupa terus pesan online. padahal kepengen, soalnya banyak yang ngereview ceritanya

W i e d e s i g n a r c h said...

@bang Pen : yup, buku yang terlahir dari penulis yang menjiwai tepatnya bang ^^

@Henny : wah..... iyah, mungkin memang lebih seru kalau hafalan shalat delisa. Sudah ada?

Rawins said...

tereliye sering denger tapi gak tau kayak apa bukunya. apalagi orangnya...

catatan kecilku said...

aku punya tuh buku itu, tapi aku simpan dimana ya? aku malah belum baca tuh. ntar deh aku carinya. moga2 ketemu deh, karena aku jadi ingin bacanya.

the other said...

Alhamdulillah, Allah mengaruniai kita dengan anggota tubuh yang lengkap dan normal, hingga kita bisa bicara, melihat dan mendengar dg baik. begitu banyak hal yg harus kita syukuri.. :D

W i e d e s i g n a r c h said...

@rawins : bukunya ada banyak kok... semua terbitan republika ^^

@catatan kecilku, waduh,,,, shasa perlu baca itu lho ^^v.. ayo dicari yah mba Reni ^^

@the others : Alhamdulillah.... yang pasti, kita wajib amanah... ^_^

Place to Study said...

cara menyampaikan isi bukunya bagus banget, tante.

jejak langkahku said...

Alhamdulillah... shasa bisa melihat. :D

i-one said...

wah,karangan tere-liye ini memang luar biasa,apalagi hafalan sholat delisa.tapi ada yang tahu orangnya gak?penasaran?klu ada waktu kunjungi blog ane ya

W i e d e s i g n a r c h said...

Placa to study : terimakasih sanjungannya

Jejak langkahku : syukurlah, mari bersyukur

i-one : kunjungi tereliye di pesbuknya http://www.facebook.com/profile.php?id=100000785393176&sk=info

Muhammad A Vip said...

proses belajar yang luar biasa. memang benar, buku adalah jendela dunia, kita akan melihat banyak lewatnya. selamat dan terimakasih

W i e d e s i g n a r c h said...

@A vip : yup, buku adalah jendela yang memungkinkan kita belajar banyak hal menjadi lebih bijak sekalipun... Sama-sama, terimakasih kembali ^____^

TUKANG CoLoNG said...

font nya kok lucu gitu.. aku suka!

Geafry Necolsen said...

bagus banget cerita tentang melati..
ga kebayang bagaimana rasanya buta tuli dan bisu..
semoga itu cuma ada dalam cerita,,

Ya Allah, Alhamdulillah aku sehat2 aja..
makasih ya mbak wie, sudah mengingatkan untuk bersyukur

W i e d e s i g n a r c h said...

@Tukang Colong : tu font standar kok kalo dari PC... makasih yah ^_^

@gefry : syukurlah, kita bisa mengingat untuk bersyukur selagi sempat ^_^

Sang Cerpenis bercerita said...

jadi pengen beli bukunya

W i e d e s i g n a r c h said...

@mba Fanny : wah wah,,,, boleh juga tuh mbak usulnya, hihihi ^^... silahkan dicari, masih banyak berkelebat... ^_^

Nova Miladyarti said...

mbak kayanya emang bener2 panggemar tere liye ya.hehhe..yg buku hafalan surat delisa udah baca belum mbak?

dee said...

aku disini nyari bukunya kemana? hiks :(

narti said...

mba Wied yang cantik, pinter mereview buku deh.
pinjem bukunya boleh mba? ^_^

sda said...

sudah seharusnya kita bersyukur atas semua nikmat Allah kepada kita yang tak terhingga jumlahnya.
yang ada kita masih sering mengeluh :(
bukunya inspiratif sekali mba, membukakan mata hati kita.
TFS :)

Gaphe said...

bener-bener dalem, persembahan dari seorang anak yang tulus ke ibunya. Rasanya bisa ditangkap seberapa besar cinta anak untuk bundanya. keren banget nih kayaknya bukunya.

selamat yak!

Abi Sabila said...

Buku yang bagus. kebetulan saya baru menamatkannya beberapa minggu yang lalu, setelah sebelumnya terpesona dengan cerita Tera Liye di Bidadari Bidadari Surga. Bukan sekedar bacaan, tapi ada banyak hikmah dan pelajaran yang disematkan. Ingin segera baca Hafalan Sholat Delisa dan Sang Penindai tapi masih harus antri dengan buku-buku yang lain.

Sempat 'kesel' dengan sikap cueknya si Karang :) terinspirasi dari tokoh Kinasih, akhirnya aku pakai nama ini untuk salah satu tokoh di tulisanku. Kinasih, gadis berkerudung biru, nama dan wajah yang indah dalam bayanganku. :)

Yhantee said...

waaaaaahw cerita yang bagus, jadi pengen baca bukunya... :) happy weekend mba

W i e d e s i g n a r c h said...

@nova : daku udah baca kok kalo hafalan shalat delisa,,, dan memang, tereliye punya banyak kesan di hati sini ^_^

@dee : hm... mungkin bisa puland sini dulu? hehehe

@narti : aduh narti yang manis pandai sekali memuji ku kalo ada maunya? hihihi,,, boleh kok dipinjem bukunya... mampir yah ke flat ku di kalibata, jakarta ^_^

@sda : heheehe,,, betul betul betul,,, buku ini inspiratif dan sungguh mengajarkan banyak hal kepada banyak hati nurani ^_^

@gaphe : bagus memang kak... makasih banyak yah ucapan dan dukungannya ^_^

@Abi : waw.... mas abi bikin buku juga? boleh dunk di launch sebagai angsuran bacaan ^_^ daku senang ada sahabat blogger yang juga menggemari seorang tere liye yang secara tak sengaja justru menginsipirasiku ^_^

@yhante : terimakasih yah sudah berkunjung dan menyemangati... salam pagi yhantee ^_^

NINDAAA said...

tere liye selalu bagusss
duh pengin deh baca yang ini

Pradna Satunya said...

masih menunggu giliran pinjaman buat baca yg ini ^_^

W i e d e s i g n a r c h said...

@nindaa : Tere liye selalu sanggup mengajarkan kita banyak hal, bukan? ^_^

@Pradna : wah wah,,, lagi ngantri yah.. ^_^ terimakasih emailnya ^^

Nyitnyit said...

bisa jadi referensi buat beli buku nieh...wah mbak buku yang harus dibaca...
OIA salam kenal ya mbak..

W i e d e s i g n a r c h said...

@nyitnyit.... wah terimakasih banyak yah ^_^

Post a Comment

My Room (42) Curhat (21) Ribet (21) Bacaanku (20) Teman2ku (20) Quote (16) Love (14) MyProsa (14) Jalan-jalan (11) Arsitektur (9) Islamic (9) Bioskop (8) Memotret (5) Bernyanyi (3) Design (3) Year Ended (3) Akubaru (2) Movie (2) UlangTahun (1)
There was an error in this gadget
My photo
Di blogger world ini, aku cuma ingin merekam karya, merekam persahabatan, dan merekam proses kehidupanku. Semoga semua bersedia berbagi bersamaku dan blogku. ^_^