Posting Berikutnya!

Semoga tetap sabar menunggu posting setelah ini... Oh yah, kalau sempat,,, boleh tengok2 fotoku di Tumblr.. barangkali kalian suka ^_^

Jangan lewatkan !!

Thursday, May 19, 2011

Surat untuk Perawan - Mengulas Buku


Judul Buku : Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer
Penulis Buku : Pramoedya Ananta Toer
Bab Pembahasan : 1, 2, dan 3

"... kalian para perawan remaja, telah aku susun surat ini untuk kalian, bukan saja agar kalian tahu tentang nasib buruk yang bisa menimpa para gadis seumur kalian, juga agar kalian punya perhatian terhadap sejenis kalian yang mengalami kemalangan itu... Surat kepada kalian ini juga semacam pernyataan protes, sekali pun kejadiannya telah puluhan tahun lewat..."

Begitulah sinopsis yang ada di cover belakang buku itu.


Jika kalian pernah mendengar nama seorang Pramoedya Ananta Toer, tentu akan banyak kontroversi yang senantiasa mengikuti sosok beliau. Namun fakta adalah bahwa Pramoedya dahulu bekerja di satu kantor surat kabar Jepang selama pendudukan Jepang di Indonesia. Beliau juga pernah diasingkan pada masa Soeharto dikarenakan pandangan dan tulisannya yang dilarang peredarannya, pernah di Pulau Buru dan juga di Nusakambangan. Bahkan telah selama kurang lebih 18 tahun total masa dijadikan tahanan politik tanpa ada pengadilan yang tersurat dalam catatan hukum.

"Pramoedya telah menulis banyak kolom dan artikel pendek yang mengkritik pemerintahan Indonesia terkini. Ia menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer, dokumentasi yang ditulis dalam gaya menyedihkan para wanita Jawa yang dipaksa menjadi wanita penghibur selama masa pendudukan Jepang. Semuanya dibawa ke Pulau Buru di mana mereka mengalami kekerasan seksual, mengakhiri tinggal di sana daripada kembali ke Jawa. Pramoedya membuat perkenalannya saat ia sendiri merupakan tahanan politik di Pulau Buru selama masa 1970-an." [wikipedia]

Membaca buku ini, aku baru menuntaskan sampai tiga bab pertama. Perasaan berdebar, membaca dengan bayangan ngeri, dan sensasi mencekam, menjadi kesan yang aku rasakan ketika membacanya. Aku bahkan mencoba mengenal visi yang dilihat Pramoedya melalui buku yang baru pertama kali kubaca dari Pramoedya Ananta Toer.

"Kalian, para perawan remaja, hidup di alam kemerdekaan, di bawah atap keluarga yang aman, membela, dan melindungi." [Bab 1]

Kalimat itu menjadi pembuka buku tulisan yang dinamainya "surat" ini. Batin tenang ketika membaca kalimat permulaan beliau di pembukaan ini. Namun suasana makin sedih ketika kita diminta untuk membayangkan kehidupan remaja-remaja gadis Jawa di masa kependudukan Jepang. Diceritakan bahwa gadis-gadis ini menjadi konsekuensi yang harus dikorbankan orang tua mereka ketika menjadi pejabat di bawah Jepang. Kekesalan semakin muncul ketika mataku tertuju pada tulisan tentang Jepang yang licik dan picik menjanjikan sekolah tinggi di Tokyo untuk gadis muda di seluruh Jawa. Yang pada nyatanya gadis-gadis lugu tersebut justru tidak pernah benar-benar mencapai mimpi memperbaiki Indonesia.

"Tak ada yang dapat mengatakan sudah berapa kali Jepang melakukan pengangkutan. Juga tidak jelas berapa puluh ribu perawan remaja yang telah diangkutnya sampai pada akhir kekuasaannya di Jawa. Jangan kalian harapkan pihak Jepang akan memberikan angka-angka itu. Maka jadilah kewajiban kalian untuk mencari sendiri data tentang itu." [Bab 2]

Gadis-gadis yang sempat diangkut itu, rupanya hampir tak ada yang menginjakkan kakinya lagi pulang ke Jawa. Ada yang memang tak berdaya upaya, ada juga yang sudah merasa berat menanggung  beban moral karena malu untuk kembali ke orang tua mereka di Jawa. Dan satu hal yang kulihat menonjol di tulisan ini adalah Pramoedya memberitahukan pada kita bahwa watak fasisme-militerisme Jepang di tanah kita ini telah menyebarkan penderitaan berlebihan di setiap jengkal tanah Indonesia. Menurutnya, imperialisme Barat pun masih menyadari bahwa ketika mereka hendak menguasai Nusantara, banyak orang tidak bertanya karena normalnya negara jajahan. 

"Salah seorang di antara mereka menceritakan... lepas 1,5 mil dari pelabuhan, para perwira Jepang serentak melakukan serbuan terhadap para perawan itu, memperkosa dan menghancurkan idealisme menjadi pemimpin di kemudian hari. Mereka berlarian di geladak kapal, mencoba menyelamatkan tubuh dan kehormatan masing-masing. Tak seorang pun dapat lepas dari terkaman. Seorang gadis naik ke menara dalam usaha menceburkan diri ke laut." [Bab 3]   

21 comments:

grayrose said...

aku sedikit ngeri membacanya...aku mau bahas sama kamu, tapi nanti saja ketika aku sudah siap... :) pesanku untuk wanita perawan Indonesia :tetaplah menjaga kemurnian itu hingga waktunya kalian harus menyerahkannya kepada ke"syah"an itu :)

W i e d e s i g n a r c h said...

@eva : aku jugah T_T... ngeri namun baiknya aku tahu tentang fakta tak sekedar tentang mimpi

warsito said...

surat yang menggambarkan betapa sedih dan sakitnya hati seorang perawanyang diperlakukan semena-mena mengingatkan kita pada zaman penjajahan betapa kejamnya seorang penjajah

Accilong said...

great...

saya selalu kagum dgn PAT. selalu berani mengangkat hal-hal yg sering terpinggirkan. kesederhanaan bahasanya ituloh, sklipun sederhna sllu sarat makna. :D

Kamal Hayat said...

Harus beli bukunya nih...?

pri crimbun said...

pastinya buku ini bagus... sinopsisnya aja bikin penasaran

TUKANG CoLoNG said...

covernya khas.. menarik banget mbak.. :)

Fahrie Sadah said...

Penulis favoritku .. ^^

W i e d e s i g n a r c h said...

@warsito : penjajahan selalu menorehkan kepedihan dan kesuraman luar biasa...

@accilong : saya setuju sekali dengan anda bilang tentang PAT yang berani mengangkatnya ^^

@kamal : kemarin saya menemukan buku bekasnya di sebuah pameran buku di bandung

@pri : seperti selalu kok dari Pramoedya

@tukang colong : selalu kan cover yang seperti ini menggoda hati

@fahrie : wow... salam kenal, aku baru membacanya ^^

amirul said...

commentku kok gag kelihatan ya mbak?

I-one said...

wah,ngeri banget ya...
bagaimana nasib mereka sekarang ya?

W i e d e s i g n a r c h said...

@amirul : masa... ilang yah? waduh? ndak ngerti aku kenapa gak keliatan T_T

@I-one : mereka sekarang telah terbuang dan terlupakan T_T

choirul said...

wah aku jadi penegn banget baca bukunya, belum pernah baca karya beliau

mesin said...

karya beliau memang sangat fenomenal ya... seperti orangnya

W i e d e s i g n a r c h said...

@choirul : wah... bacalah... aku juga baru pertama

@mesin : banget... sangat fenomenal

vie_yuPie said...

teh..pengen bukunya bagus ikh..
brpan teh?hehe

ghost writer said...

aku memang sudah mengenali pramoedya ananta toer ini melalui tulisan-tulisan bukunya..bisa juga mengalirkan airmata.

W i e d e s i g n a r c h said...

@NOVI :bukunya beli di landmark bandung dua minggu lalu... dan aku beli bareng kang ron tea... di situ harga obral 45ribu rupiah... kamu mau pinjam juga boleh... cuma rada ngantri ginih.. hihi. aku aja belom kelar baca

@ghost : hm.... karena mirisnya ato karena kebersahajaannya mas? aku penasaran... kan ini memang buku pertama yang kubaca T_T

Sang Cerpenis bercerita said...

Pramoedya emang hebat

W i e d e s i g n a r c h said...

@mba Fanny : sungguh2 fenomena bag Indonesia, bukan? ^_^

cakra Indrasena said...

aih aih, saya jadi kepincut pingin baca,
salam kenal mbak
nice blog
aku suka templatenya nyaman banget di mata

Post a Comment

My Room (42) Curhat (21) Ribet (21) Bacaanku (20) Teman2ku (20) Quote (16) Love (14) MyProsa (14) Jalan-jalan (11) Arsitektur (9) Islamic (9) Bioskop (8) Memotret (5) Bernyanyi (3) Design (3) Year Ended (3) Akubaru (2) Movie (2) UlangTahun (1)
There was an error in this gadget
My photo
Di blogger world ini, aku cuma ingin merekam karya, merekam persahabatan, dan merekam proses kehidupanku. Semoga semua bersedia berbagi bersamaku dan blogku. ^_^