Posting Berikutnya!

Semoga tetap sabar menunggu posting setelah ini... Oh yah, kalau sempat,,, boleh tengok2 fotoku di Tumblr.. barangkali kalian suka ^_^

Jangan lewatkan !!

Thursday, June 10, 2010

Sudahkah Ilmu itu Mendarah Daging ?


Saat aku duduk di bangku SMP, aku bisa dengan mudah selalu menjadi juara kelas. Maklum, waktu itu SMP ku bukan SMP unggulan. Hihi ^-^v… Aku anak rajin sebenernya waktu itu, bahkan aku sering menghafal biologi dengan gaya “keguru-guruan” di dekat pohon cabe di rumahku itu.

Waktu di usia SMP itu, kurang lebih tahun 1997, ibuku yang adalah dokter yang pandai luar biasa, pernah bilang padaku :

    “Wiwied…”, ibuku menghampiri ku yang berjuang keras menghafal di sebelah pohon cabe, “kamu lagi apa?” begitu tanya ibuku sambil mengambil kursi plastik.

    Halaman belakang rumah kami, sempit sekali. Pohon cabe pun hanya tumbuh satu buah. Dan aku, melihat ibuku duduk di kursi plastik sambil serius menunggu jawabanku.

    Aku yang sedari tadi memegang erat buku hafalanku, segera melipat bukuku sambil menjelaskan ke ibuku, “Besok aku ulangan biologi, Buk! Jadi deh hari ini menghafal biologi.. Nih udah, tinggal dikit!” dengan bangga aku pamerkan kesungguhanku di depan ibuku.

    Ibu tersenyum, lalu berkata dengan tiba-tiba, “Sini coba kamu perhatikan.”

    Aku melihat ibuku sedang menunjuk pergelangan tangan kirinya yang putih dengan jari telunjuk kanannya. “Di sini, ada nadi. Di dalamnya ada pembuluh darah arteri.” Aku memperhatikan sambil menebak-nebak, apakah ibuku sedang mengujiku.

    “Darah yang di arteri mengalir dengan bantuan denyut untuk bisa sampai dari sini (pergelangan tangan) ke arah atas sini (pangkal lengan). Dan darah itu akan sampai ke jantung sini, supaya kita bisa hidup dan berpikir untuk mengerjakan soal ujian.” Aku masih berpikir tentang penjelasan itu, terlalu sederhana, pikirku.

    “Begitulah ilmu, Wied.” Deg! Aku langsung mengerti ke mana arah perkataan ibuku tadi.

    “Jadikan ilmu itu menjadi darah dibawah kulit kita. Menyatu dengan daging tubuh kita. Supaya tetap lekat di hidup kita, tanpa pernah pergi dari setiap sudut badan kita.” Ibu segera membenarkan posisi duduknya mengabaikanku. Kali ini, ibuku duduk menghadap pohon cabe. Ia menikmati pemandangan sederhana itu tanpa kutanya mengapa. Karena aku masih berpikir, tentang ucapan bijaksana ibuku yang baru saja.

-----------------------------------------------------


Sahabat, sobat, kakak, om, tante, apakah ilmu yang kita punya sudah mendarah daging yah? Aku selalu merasa tersindir tiap kali ingat kejadian itu. Pasalnya, aku seringkali hanya mengandalkan SKS atau Sistem Kebut Semalam dalam menghadapi ujian-ujianku.

Pernah, sering malah, aku mencoba menyicil belajarku dari jauh-jauh hari, supaya bisa tidak ngebut menghafal di malam sebelum ujian. Tapi hasilnya, aku tetap saja lupa lagi dengan materi yang sudah kucicil. Dan karena itu sering terjadi, alhasil aku balik lagi ke kebiasaan SKS ku.

Dan aku menyimpulkan, ilmu yang kupelajari, bukannya mendarah daging, tapi justru cuma jadi KETOMBE. Jadi aku hafal di sebelum ujian, saat ujian aku lancar menjawab, tapi sepulang ujian COPOT SEMUA ilmuku itu. Hihi ^_^ tragis…

Aku jadi bertanya, sebenarnya apa yang membuat ilmu sekolah ku itu jadi seperti sulit mendarah daging? Banyak jawaban yang berkecamuk : mungkin karena terpaksa mempelajarinya, mungkin karena ilmu itu tidak menarik, mungkin karena ilmu itu tidak aplikatif dengan keseharian, dan lain lain, dan lain lain… ^-^v

Aku tahu, bila membicarakan ini, selalu ada cabang pembicaraan yang lain. Tapi aku mencoba focus, untuk merahasiakan topik cabang lainnya. Mungkin aka nada di postingku lain waktu. Hihi ^-^v (menahan diri mode ON)

------------------------------------------------------

Ada satu pembicaraan menarik. Bagaimana kalian akan membesarkan / sudah membesarkan anak-anak kalian agar menjadi cerdas menimba ilmu?

Aku punya contoh dua keluarga di keluarga besarku, dengan ciri pembelajaran anaknya yang berbeda pula khasnya.

Keluarga Om Sulis (almamater UGM), membesarkan anaknya di sekolah Islam. Anaknya tiga, pintar semua dalam hafalan Al-Quran dan Hadits. Mereka setiap hari diharuskan menghafal, menghafal, menghafal. Dari doa keseharian, sampai ayat-ayat juz Al-Qur’an. Bahkan mereka juga wajib menghafal kalau lagi di mobil traveling. Ibu mereka hebat karena sabar memandu dan menghafal semua.

Keluarga Om Bambang (almamater ITB), membesarkan anaknya di sekolah umum. Anaknya dua, pintar semua! Hobi mereka akut parah, yaitu membaca buku-buku pengetahuan baru. Ada yang berbentuk ensiklopedia, gambar-gambar komik pengetahuan, sampai ke software aplikasi belajar berbahasa inggris-indonesia. Mereka setiap hari (tanpa diharuskan) selalu mebawa buku ensiklopedi dan komik pengetahuan mereka, entah itu saat traveling atau juga saat berlibur keluarga.

34 comments:

senja said...

wow,..alangkah beruntunglah org2 yg memang diberika kepintaran yg diatas rata2 ya mba ^^

selamat pagi ya mba,....

chikarei said...

wah kehilangan pertamax ekekeee

chikarei said...

susah menjadi orang yang bisa menjadikan ilmu
mendarah daging...
karena kebanyakan dari kita hanya menjadikan ilmu sebagai tangga untuk mendapat kan uang atau kehidupan yang layak...

selamat belajar^^
semoga bisa mencintai setiap ilmu yang ada di dunia ini
supaya kita jadi lebih bermanfaat buat orang lain^^

W i e d e s i g n a r c h said...

@senja : kita juga jangan mau kalah!!! hehehehe

@Chikarei : aduh gagal yak,,, hihihihi ^-^

@chikarei lagi : kamu bener sekali ^-^,,, tapi untung aku sudah mau melangkah lebih maju, jadi berkat membaca buku tentang passion ^-^...sama2,,, selamat belajar jugah ^-^

Catatan Cahaya said...

yg pasti kepintaran otak yg baik itu bukan dari hafal fisika atu matem tapi dari cara perpandangan berpendapat dan berpola lebh baik dari kemaren dan tidk menyalahhi aturan Allah. bnyak anak sekrang kursus ini les privat ini tapi mengesampingkan agama... kebanyakn untuk lebh pintar agar si anak bsa jadi sukses dan cepet kerja jadi kaya degh pekerjaanya enak skrang berfikirnya sptri itu .....

banyak orng pintar tapi jarang orang jujur

mbak maap komntrku rada gmna gtu hehhehe

semngat menjadi orang pintar berfikir spti dalam al-quran yah........

chugy said...

Ilmu yang sangat berharga...!!
Pengertian di atas harus ditumbuhkembangkan supaya menjadi kebiasaan.
Menghapal bukan solusi untuk bisa memahami.
Bisa karena terbiasa.

Nice post thanks.

Ria Nugroho said...

Keluarga bahagia yah ^____^

akan lebih bagus dalam keluarga menanamkan ilmnu Agama yang lebih :D

catatan kecilku said...

Rasanya memang sulit utk membuat ilmu mendarah daging ya..? Apalagi jika ilmu2 itu tidak aplikatif.. Pasti deh, tak lama setelah dipelajari akan menguap dengan cepatnya hehehe...

Fauzan said...

Yah, semoga kita nanti bisa jadi orangtua yang baik, lah... apapun metode pembelajarannya. :D

eh, nge-blog terus nih, kapan belajarnya? :p

kristiyana shinta said...

jadi bertanya sama diri sendiri,, apa ilmu ku sudah mendarah daging??? hhmmmhh >.<

nice post mba :)

W i e d e s i g n a r c h said...

@catatan-cahaya : huhuhuhu... iyah betul betul... aku emang SKS sukanya dulu ,,, hikz... ^-^ hihihi, tenang aja, semua bebas bercerita disini,,, apapun opininya ^-^ nambah bahan topik kedepannya ^-^

@chugy : bagus banget komentarmu,,,, memang benar menghafal itu bukan memahami,,, ada salah kaprah dalam menuntut ilmu ya ^-^

@Ria Nugroho : aku setuju sekali denga pendapatmu... mari tanamkan agama di keluarga masa depanku,, hehehehe

@catatan-kecilku : bener banget! aku juga mikir gitu... semoga kita menuntut ilmu yang benar2 kita butuhkan juga

@fauzan : hihihihi,,, ngeledek... hihihi.. aku belajar tiap hari, sambil posting, sambil baca punya teman2, sambil belajar juga kok ^-^ xixi, ngeles

@kristiyana-shinta : sama, aku juga sering bertanya pada diri sendiri!! selamaaaaTTT,,, Anda sudah belajar selangkah lebih maju, heuheu

andie's room said...

"kursi plastik di belakang rumah.."
ntar ja ya di sambung lgi commentnya.. darurat..

W i e d e s i g n a r c h said...

@andie : heuuuu... kemana?? kok kabur???

Skydrugz said...

kalau ini ditanyakan ke saya... kyknya susah ngejawabnya ....

W i e d e s i g n a r c h said...

@Skydrugz : samalah kalo begitu niy.... ^-^

TUKANG CoLoNG said...

jawabannya relatif bagi setiap orang..
nice post...

W i e d e s i g n a r c h said...

@tukang-nyolong : ya kah? Bner2 relatif yah? Apa jawbannya ?

Winny Widyawati said...

Beruntung sekali memiliki ibu yang wise....aku jg ingin spt thp anakku mbak :)

W i e d e s i g n a r c h said...

@mb winny : aq rasa, dia pun bgga pernah dibuatkan puisi indah mb winny itu. Yakin aq. Anak siapa yg tak terharu diberikan doa dalam puisi. He

didiet said...

ilmu mendarah dagimg menurutku sulit mbak...apalagi kalo gak digunakan pasti lupa kalo gak digunakan

W i e d e s i g n a r c h said...

@didiet : bgaimana kalau seandainya menuntut ilmu yg sesuai passion qta? Bisa diandalkan kah? Hehe

Rawins said...

aku juga dulu rajin belajar. sampai semua pelajaran ada di luar kepala. alias gada yg nyatol satupun...

W i e d e s i g n a r c h said...

@rawins : wah, lebih parah dr ketombe dunk kl gt. Xixixi...

Nabilla Ghina Z. said...

(berhubung aku masih smp. jadi gak bisa berkata banyak)
Ilmu yang aku pelajari selama ini, hanya meninggalkan jejaknya sedikit. Tapi, walau sedikit itu aku gak keliatan bego2 juga dihadapan ade2 kelas. hehehe..

Aku suka cara mengajar anak-anak dengan metode keluarganya kakak yang kedua. hehee

andie's room said...

ilmu bisa mendarah daging mungkin karena sering di gunakan.. gmna..?

W i e d e s i g n a r c h said...

@nabilla ghina : wah, bgus kalo km ada motivasi pgen jd unggul!
Dan oh, keluarga kedua. Yah, mereka memang pnya keunggulan tersendiri.

@andieblack: iya kmu bner bget ama opiniku.
Makanya lebih cepat pintar org amerika dan eropa. Karena mereka sedari highschool uda di masukkan ke bidang masing2. Jadi gak buang umur untk pgetahuan umum. Xixi.

andie's room said...

betul.. menggeluti satu bidang kyknya lbih gampang.. otaknya ga di bagi kemana2.. hahaha..

W i e d e s i g n a r c h said...

@andieblack : seru gtu kan... Jadi mgkin aq bkal pilih kelas musik dan sastra dan komunikasi. Kalau kamu?

andie's room said...

>> musik ma sastranya boleh jg.. nyambung ko"..

W i e d e s i g n a r c h said...

owh! Kmu juga ikutan kelas itu?

ariefborneo said...

Semoga aja qt smw menjadi orang yg pinter..hehehe
Amin...klo ilmu gitar ane udh mendarah daging wied..met mlam salam hangat..mampir k hum ane wied

W i e d e s i g n a r c h said...

@ariefborneo : wuaaaahh... keren juga kalo ilmu gitar bisa mendarahdaging.... ^-^v kalo aku? ilmu nyanyi rosaknya yang mendarah daging... xixi ^-^v

calakan said...

wew... Ibumu bijak sekali wit, beruntung sekali dirimu...

W i e d e s i g n a r c h said...

@calakan : iyah,,, aku juga baru sadar lama setelahnya... hihihhi

Post a Comment

My Room (42) Curhat (21) Ribet (21) Bacaanku (20) Teman2ku (20) Quote (16) Love (14) MyProsa (14) Jalan-jalan (11) Arsitektur (9) Islamic (9) Bioskop (8) Memotret (5) Bernyanyi (3) Design (3) Year Ended (3) Akubaru (2) Movie (2) UlangTahun (1)
There was an error in this gadget
My photo
Di blogger world ini, aku cuma ingin merekam karya, merekam persahabatan, dan merekam proses kehidupanku. Semoga semua bersedia berbagi bersamaku dan blogku. ^_^